Warga kawasan Muara, Kelurahan Berok Nipah sempat dihebohkan dengan seekor gurita berkepala manusia. Saat hewan langka itu diperlihatkan kepada khalayak ramai, hal itu mengundang perhatian seluruh warga lainnya. Hewan bernama latin Cephalopod itu ditemukan seorang buruh pelabuhan Muaro. Gurita berkepala manusia itu ditemukan saat membongkar gurita tangkapan dari Pulau Mentawai di Pelabuhan Muaro.

Usai membongkar itu, ia membawa sebagian gurita ke rumahnya untuk dimasak oleh istrinya. Berdasarkan pengakuannya, gurita itu didapatkan tepatnya di Pulau Pasoban. Ketika akan dimasak, istrinya merasa tidak ada yang ganjil dari gurita tersebut.

gurita berkepala manusia

Padahal waktu itu ia melihat kepala berambut, namun itu tidak menjadi perhatian baginya. Setelah direbus, beberapa saat kemudian ia melihat rambut gurita itu rontok hingga habis. Kemudian ia melihat gurita itu ada yang aneh. Sehingga ia memisahkan gurita itu ke tempat khusus hingga kering. Beberapa saat kemudian Ia melihat dari mata gurita mengeluarkan air mata. Kepala gurita tersebut menyerupai kepala manusia. Di kepalanya juga terdapat mata dan hidung seperti layaknya manusia. Merasa ada keanehan dengan gurita tersebut, Ia memberitahukan kepada tetanggganya. Ternyata gurita itu berbeda dengan gurita lainnya dan dapat dikatakan aneh. Warga berkerumun melihat kejadian aneh bin ajaib tersebut, hingga terkesan seperti kawasan hiburan.

Tambahan :

Menurut ahli perikanan dan kelautan Universitas Bung Hatta Padang Eni Kamal, penyebab gurita berkepala seperti manusia tersebut hanyalah kelainan genetik saja dan sama sekali tidak ada unsur mistis.

“Fenomena tersebut hanya kelainan genetik. Sama halnya dengan misteri ular berkepala dua ataupun sebagainya,” ujar Eni kepada wartawan di ruang kerjanya. Menurutnya, perubahan genetik dapat terjadi kepada binatang atau tumbuhan manapun di dunia yang diakibatkan bertahannya makhluk hidup tersebut di lingkungannya, sehingga mengakibatkan perubahan bentuk.
Sumber : okz/pos