Sering timbul pertanyaan di benak kita. Apakah seseorang yang telah terbukti melakukan suatu tindak pidana mutlak harus dijatuhi pidana ? Syarat penjatuhan pidana adalah selain pelaku terbukti melakukan tindak pidana (tidak ada alasan pembenar) juga harus disertai pelaku memiliki kesalahan (tidak ada alasan pemaaf).

Dengan demikian pidana menjadi hangus apabila ada hal-hal yang menghapuskan pidana ( ada alasan pembenar atau alasan pemaaf )

Hal-hal yang dapat
menghapuskan pidana:

1. Apabila pelaku tindak pidana tersebut jiwanya cacat dalam pertumbuhan atau terganggu karena penyakit ( pasal 44 KUHP )

2. Apabila melakukan tindak pidana karena pengaruh daya paksa ( pasal 48 KUHP )

3. Apabila melakukan tindak pidana karena melakukan pembelaan terpaksa untuk diri sendiri maupun untuk orang lain, kehormatan kesusilaan atau harta benda sendiri maupun orang lain ( pasal 49 ayat 1 KUHP )

4. Apabila melakukan pembelaan terpaksa yang melampaui batas, yang langsung disebabkan oleh keguncangan jiwa yang hebat karena serangan atau ancaman dalam serangan itu ( pasal 49 ayat 2 KUHP )

5. Apabila melakukan perbuatan untuk melaksanakan ketentuan undang-undang ( pasal 50 KUHP )

6. Apabila melakukan perbuatan untuk melaksanakan perintah jabatan yang diberikan oleh penguasa yang berwenang ( pasal 51 ayat 1 KUHP )

7. Apabila dengan itikad baik melakukan perbuatan untuk melakukan perintah jabatan yang tidak sah ( pasal 51 ayat 2
KUHP )

8. Apabila pelakunya masih anak dibawah umur ( pasal 45 KUHP )

sumber : http://www.untukku.com