PENELITIAN yang dilakukan di Denmark meyakini sebagian besar bayi di negara kaya yang lahir pada abad ini akan mencapai usia 100 tahun. Hal tersebut berdasarkan hasil penelitian yang menyatakan bahwa penduduk di negara-negara kaya akan mampu untuk hidup tiga dekade lebih lama daripada masa sebelumnya.

Yang mengejutkan, tren tersebut menunjukkan mulai menurun. Dalam penelitian yang dipublikasikan Jumat (2/10) di sebuah jurnal medis, Lancet, para peneliti juga menyatakan bahwa proses penuaan pada diri seseorang ternyata sangat mungkin untuk diubah. Salah seorang peneliti dari Max Planck Institut Jerman, James Vaupel, melakukan penelitian tentang proses penuaan di seluruh dunia dari 2004 hingga 2005.

Hasilnya, harapan hidup seseorang terus meningkat di banyak negara, bahkan melampaui prediksi para ilmuwan sebelumnya.

“Di Jepang, contohnya, setengah lebih dari wanitanya yang berusia 80 tahun memiliki harapan untuk mencapai umur 90,” ujar Max. Data di Amerika Serikat, dari 1982 hingga 2000 menunjukkan bahwa terjadi penurunan penyakit dan cacat yang sangat besar terhadap orang-orang tua.

Meskipun di sisi lain, terjadi juga peningkatan obesitas yang diyakini dapat memperpendek umur.
Bahkan, seorang peneliti lain menyatakan, perbaikan layanan kesehatan yang mengarah ke tingkat lebih baik akan memperlambat penuaan. “Ini dapat menentang prinsip bahwa ada batasan umur manusia,” ujar seorang pakar penuaan di University College London, David Gems.

Seorang pakar penuaan lainnya dari National Institut on Aging di AS, Richard Suzman, meyakini bahwa usia seseorang secara umum mulai bertambah panjang. Para penduduk dunia diyakininya secara perlahan mulai berubah secara radikal sehingga mendorong usia pensiun agar lebih lama. “Itu akan terjadi sekitar 5-10 tahun kemudian.

Kita juga harus mulai memikirkan pembiayaan terhadap umur tambahan mereka tersebut,” tambah Richard.