.Logo sulsel

Lambang Prop. Sulsel diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 1972 yang menggambarkan unsur-unsur historis, kultural, patriotik, sosiologis, ekonomi dan menunjukkan bahwa Daerah Sulsel merupakan bagian mutlak dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Lambang daerah tersebut terdiri atas tujuh bagian yaitu dengan masing-masing makna sebagai berikut :

1. Bintang bersudut dan bersinar lima; sebagai Nur cahaya yang mewujudkan lambang Ketuhanan Yang Maha Esa.

2. Lingkaran 17 buah padi dan 8 kapas dengan kelopak bergerigi 4 dan buah bergerigi 5 melambangkan 17-8-45 sebagai Hari Kemerdekaan Indonesia berdasarkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

3. Benteng Somba Opu dilihat dari atas; mewujudkan lambang kepahlawanan rakyat Indonesia Sulsel dalam menentang imperialisme, kolonialisme, neo-kolonialisme, dan feodalisme.
Terdiri ruang benteng masing-masing berisi :

1. Perahu phinisi berlayar di atas tiga gelombang melambangkan jiwa pelaut yang ulet, penuh milintasi dan sanggup melaksanakan tujuan perjuangan 17 Agustus 1945.

Perahu berhaluan ke barat, disesuaikan dengan letak geografis Ibukota Republik Indonesia.

2. Pacul menggambarkan masyarakat agraris sebagai basis dan gerigi mesin menggambarkan industri sebagai tulang punggung.

3. Buah kelapa menggambarkan kekayaan hasil bumi Sulawesi Selatan

4. Sebilah badik terhunus berpamor satu berklekuk 5; melambangkan jiwa kepahlawanan serta kesiapsiagaan dalam membela kehormatan bangsa dan tanah air yang berdasarkan Pancasila.

Lima lekuk pamor disesuaikan bilangan-bilangan keramat tiap sila dalam falsafah Pancasila.

5. Gunung, desa, dan petak-petak sawah; sebagai pangkal kesuburan menuju masyarakat adil dan makmur.
23 petak sawah disesuaikan dengan jumlah daerah tingkat II di Sulawesi Selatan yang keseluruhannya merupakan salah satu lumbung padi di Indonesia.

6. Sebuah semboyan ditulis dalam huruf Lontara yang berbunyi Toddo’puli;

sebagai semboyan masyarakat Sulsel yang bermakna teguh dalam keyakinan

7. Selembar pita bertuliskan ‘Sulawesi Selatan’, sebagai salah satu propinsi di Indonesia. Pita bercorak sutera melambangkan kebudayaan khas yang bernilai tinggi sejak dahulu kala.